Panduan Lengkap: Cara Install Symfony dengan Hosting

  • 5 min read
  • May 21, 2024
Cara install symfony dengan hosting

Cara install symfony dengan hosting – Menginstal Symfony dengan hosting adalah langkah penting untuk membangun aplikasi web yang tangguh dan dapat diskalakan. Panduan komprehensif ini akan memandu Anda melalui proses instalasi selangkah demi selangkah, memastikan aplikasi Symfony Anda berjalan dengan lancar dan efisien di lingkungan hosting.

Dengan mengikuti instruksi terperinci dan contoh kode yang jelas, Anda akan mempelajari cara menyiapkan server, menginstal Symfony menggunakan Composer, mengonfigurasi pengaturan dasar, mengelola database, dan banyak lagi. Mari selami prosesnya dan maksimalkan potensi Symfony untuk aplikasi web Anda.

Persiapan Instalasi Symfony

Sebelum menginstal Symfony, pastikan server Anda memenuhi persyaratan berikut:

  • PHP 8.1 atau lebih tinggi
  • Composer 2.3 atau lebih tinggi
  • Database yang didukung: MySQL, PostgreSQL, SQLite, atau Oracle

Jika Anda belum menginstal PHP atau Composer, ikuti langkah-langkah berikut:

Instalasi PHP

  1. Unduh PHP dari situs resminya.
  2. Ikuti petunjuk instalasi untuk sistem operasi Anda.

Instalasi Composer

  1. Unduh Composer dari situs resminya.
  2. Jalankan perintah berikut untuk menginstal Composer secara global:
  3. php composer-setup.php

    • -install-dir=/usr/local/bin
    • -filename=composer

Instalasi Symfony Menggunakan Composer

Composer adalah manajer ketergantungan untuk PHP yang menyederhanakan proses instalasi dan pengelolaan dependensi untuk proyek PHP, termasuk Symfony.

Pembuatan Proyek Symfony

Untuk membuat proyek Symfony baru menggunakan Composer, jalankan perintah berikut di terminal:

composer create-project symfony/skeleton your-project-name

Ini akan membuat direktori baru bernama “your-project-name” yang berisi struktur direktori standar untuk proyek Symfony.

Struktur Direktori Proyek

Struktur direktori proyek Symfony standar terdiri dari direktori berikut:

  • bin/: Berisi skrip dan perintah untuk mengelola proyek Symfony.
  • config/: Berisi file konfigurasi untuk aplikasi Symfony.
  • public/: Berisi aset publik seperti file CSS, JavaScript, dan gambar.
  • src/: Berisi kode sumber untuk aplikasi Symfony.
  • vendor/: Berisi dependensi dan vendor yang diinstal oleh Composer.

Instalasi Dependensi dan Vendor

Setelah membuat proyek Symfony, Anda perlu menginstal dependensi dan vendor yang diperlukan menggunakan Composer:

composer install

Ini akan menginstal semua dependensi yang ditentukan dalam file composer.json proyek Symfony.

Konfigurasi Dasar: Cara Install Symfony Dengan Hosting

Setelah Symfony diinstal, langkah selanjutnya adalah mengonfigurasinya sesuai kebutuhan Anda. File konfigurasi utama adalah “config.yml” yang terletak di direktori “app/config”.

File ini berisi berbagai pengaturan yang mengontrol cara Symfony berperilaku, termasuk parameter lingkungan, koneksi database, dan pengaturan cache.

Konfigurasi Parameter Lingkungan

Parameter lingkungan memungkinkan Anda menentukan pengaturan yang berbeda untuk lingkungan yang berbeda, seperti pengembangan, pengujian, dan produksi.

  • Untuk lingkungan pengembangan, Anda dapat mengaktifkan mode debug untuk mendapatkan pesan kesalahan yang lebih detail.
  • Untuk lingkungan produksi, Anda dapat menonaktifkan mode debug dan mengaktifkan caching untuk meningkatkan kinerja.

Konfigurasi Koneksi Database, Cara install symfony dengan hosting

Symfony mendukung berbagai driver database, seperti MySQL, PostgreSQL, dan SQLite.

Untuk mengonfigurasi koneksi database, Anda perlu menentukan nama host, nama database, nama pengguna, dan kata sandi.

Konfigurasi Pengaturan Cache

Symfony menyediakan beberapa adaptor cache bawaan, seperti APC, Memcached, dan Redis.

Proses instalasi Symfony dengan hosting relatif mudah, tetapi untuk memastikan kelancaran bisnis Anda, memilih hosting web untuk bisnis sangatlah penting. Hosting yang andal menyediakan infrastruktur yang stabil, keamanan tingkat tinggi, dan dukungan teknis yang responsif, memungkinkan Anda fokus pada pengembangan Symfony Anda tanpa gangguan.

Untuk mengonfigurasi pengaturan cache, Anda perlu menentukan jenis adaptor cache dan pengaturan spesifiknya.

Contoh Konfigurasi

Berikut adalah contoh konfigurasi untuk lingkungan pengembangan:


framework:
    environment: dev
    debug: true
    secret: "%secret%"
    router:
        resource: "%kernel.project_dir%/config/routing_dev.yml"
        strict_requirements: true

Dan berikut adalah contoh konfigurasi untuk lingkungan produksi:


framework:
    environment: prod
    debug: false
    secret: "%secret%"
    router:
        resource: "%kernel.project_dir%/config/routing.yml"
        strict_requirements: false

Dengan mengonfigurasi Symfony dengan benar, Anda dapat memastikan bahwa aplikasi Anda berjalan dengan optimal dan memenuhi kebutuhan Anda.

Pengaturan Database

Symfony menggunakan Doctrine Object-Relational Mapping (ORM) untuk mengelola interaksi database. Doctrine ORM menyederhanakan interaksi dengan database relasional, memungkinkan Anda untuk memetakan entitas ke tabel database dan mengelola operasi database menggunakan objek PHP.

Untuk mengatur database, Anda perlu:

Membuat Skema Database

Buat skema database Anda menggunakan file Doctrine Migration. Ini akan menentukan struktur tabel, kolom, dan hubungannya.

Membuat Entitas

Buat kelas entitas yang mewakili objek dalam domain aplikasi Anda. Entitas memetakan ke tabel database, dan propertinya memetakan ke kolom database.

Menghubungkan Entitas ke Database

Konfigurasikan koneksi database di file konfigurasi config/packages/doctrine.yaml. Anda juga perlu menentukan lokasi file migrasi Doctrine.

Melakukan Migrasi

Jalankan perintah “php bin/console doctrine:migrations:migrate” untuk membuat dan menerapkan migrasi database. Migrasi ini akan menyinkronkan skema database dengan perubahan dalam entitas Anda.

Membuat Controller dan Routing

Cara install symfony dengan hosting

Controller dan routing merupakan komponen penting dalam aplikasi Symfony. Controller bertanggung jawab menangani permintaan HTTP, sementara routing menentukan bagaimana permintaan tersebut dipetakan ke controller yang sesuai.

Diagram Alur Pembuatan Controller dan Routing

  • Pengguna mengirimkan permintaan HTTP ke aplikasi.
  • Server web meneruskan permintaan ke kernel Symfony.
  • Kernel menganalisis permintaan dan menemukan rute yang cocok.
  • Rute memetakan permintaan ke controller tertentu.
  • Controller menangani permintaan dan menghasilkan respons.
  • Kernel mengembalikan respons ke server web.
  • Server web mengirimkan respons ke pengguna.

Membuat Controller Sederhana

Untuk membuat controller, buat file baru di direktori src/Controller/dengan nama DefaultController.php. Di dalam file ini, definisikan kelas DefaultControlleryang memperluas AbstractController.

“`php <?php

namespace App\Controller;

use Symfony\Bundle\FrameworkBundle\Controller\AbstractController;

class DefaultController extends AbstractController

public function index()

// Logika untuk menangani permintaan halaman beranda

“`

Membuat Rute Sederhana

Untuk membuat rute, edit file config/routes.yaml. Tambahkan rute baru yang memetakan jalur /ke metode indexdi DefaultController.

“`yaml# config/routes.yamlapp: resource: ‘@AppBundle/Controller/’ type: annotation“““yaml# config/routes.yamlapp: resource: ‘@AppBundle/Controller/’ type: annotationapp_homepage: path: / controller: App\Controller\DefaultController::index“`

Untuk menginstal Symfony pada hosting, kamu dapat menggunakan cPanel. Hosting dengan cPanel menyediakan antarmuka yang mudah digunakan untuk mengelola file dan database. Setelah menginstal cPanel, kamu dapat mengikuti langkah-langkah instalasi Symfony yang biasa.

Template dan Tampilan

Untuk menampilkan data dalam aplikasi Symfony, kamu perlu membuat template Twig.

Template Twig adalah file yang berisi kode HTML dan tag Twig yang memungkinkan kamu memasukkan data dari controller ke dalam tampilan.

Membuat Template Dasar

Untuk membuat template dasar, buat file dengan ekstensi “.html.twig” di direktori “templates”. Misalnya, kita dapat membuat file “base.html.twig” di “templates/base.html.twig”.

Template dasar biasanya berisi layout umum aplikasi, seperti header, footer, dan sidebar. Isi konten yang dinamis akan dimasukkan ke dalam template ini menggunakan blok.

Memasukkan Data

Untuk memasukkan data ke dalam template, gunakan tag Twig berikut:

data

Dimana “data” adalah variabel yang berisi data yang ingin ditampilkan.

Menggunakan Block

Block adalah bagian dari template yang dapat diganti di template anak. Ini memungkinkan kamu untuk membuat template dasar yang dapat digunakan kembali di seluruh aplikasi.

Untuk membuat block, gunakan tag Twig berikut:

% block nama_block %

Dan untuk menggantikan block di template anak, gunakan tag Twig berikut:

% extends 'base.html.twig' %% block nama_block % Konten yang diganti% endblock %

Menggunakan Include

Include memungkinkan kamu untuk memasukkan template lain ke dalam template saat ini. Ini berguna untuk memecah template menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dapat digunakan kembali.

Untuk memasukkan template, gunakan tag Twig berikut:

% include 'nama_template.html.twig' %

Menggunakan Inheritance

Inheritance memungkinkan kamu untuk membuat template anak yang mewarisi properti dari template induk. Ini berguna untuk membuat template yang berbagi struktur umum tetapi memiliki konten yang berbeda.

Untuk menggunakan inheritance, gunakan tag Twig berikut di template anak:

% extends 'nama_template_induk.html.twig' %

Keamanan dan Autentikasi

Menjaga keamanan aplikasi Symfony sangat penting untuk melindungi data pengguna dan integritas aplikasi.

Symfony menyediakan fitur keamanan yang kuat, termasuk firewall dan sistem autentikasi yang dapat dikonfigurasi.

Konfigurasi Firewall

Firewall membatasi akses ke aplikasi dengan mendefinisikan aturan untuk permintaan yang masuk.

  • Anda dapat mengonfigurasi firewall menggunakan file konfigurasi security.yaml.
  • Aturan firewall dapat menentukan IP yang diizinkan, metode HTTP yang diizinkan, dan parameter permintaan lainnya.

Autentikasi Pengguna

Symfony mendukung berbagai metode autentikasi, seperti formulir login, autentikasi token, dan autentikasi OAuth2.

  • Anda dapat mengonfigurasi sistem autentikasi menggunakan file konfigurasi security.yaml.
  • Metode autentikasi yang Anda pilih akan bergantung pada kebutuhan aplikasi Anda.

Otorisasi Akses

Setelah pengguna diautentikasi, Anda dapat mengontrol akses mereka ke sumber daya aplikasi menggunakan sistem otorisasi.

  • Sistem otorisasi memungkinkan Anda untuk menentukan peran dan izin pengguna.
  • Anda dapat menggunakan anotasi atau pemilih untuk menerapkan otorisasi pada rute dan pengontrol.

Ringkasan Akhir

Setelah menyelesaikan panduan ini, Anda akan memiliki pemahaman menyeluruh tentang cara menginstal dan mengonfigurasi Symfony di lingkungan hosting. Aplikasi Symfony Anda akan siap untuk menerima permintaan, mengelola data, dan memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa. Dengan mengikuti praktik terbaik dan mengikuti instruksi dengan cermat, Anda dapat membangun aplikasi web yang kuat dan andal dengan Symfony.

Pertanyaan Populer dan Jawabannya

Apakah ada persyaratan khusus untuk menginstal Symfony?

Ya, Anda memerlukan server dengan PHP 7.4 atau lebih tinggi, Composer, dan database yang didukung seperti MySQL atau PostgreSQL.

Bagaimana cara menginstal Symfony menggunakan Composer?

Jalankan perintah “composer create-project symfony/website-skeleton my-project” untuk membuat proyek Symfony baru.

Apa saja pengaturan dasar yang perlu dikonfigurasi di Symfony?

Anda perlu mengonfigurasi parameter lingkungan, database, dan cache di file “config.yml”.